GarisBawah.idIed Al-Adha: Apa itu Hari Raya Kurban? artikel oleh situs Garis Bawah Melalui kanal Islam.

Hari Raya Idul Adha, atau yang dikenal sebagai “Hari Raya Kurban”, sudah di depan mata dan umat Muslim di seluruh dunia sedang bersiap untuk salah satu perayaan Islam yang paling penting, melaporkan Anadolu Agency.

Ini merupakan perayaan besar kedua bagi umat Muslim setelah Hari Raya Idul Fitri, yang dirayakan di akhir bulan Ramadan, bulan suci berpuasa.

Perayaan ini berlangsung antara hari ke-10 hingga ke-13 bulan Islam, Dhul Hijjah, saat ibadah haji – perjalanan suci yang merupakan pilar kelima dan terakhir dalam Islam – berakhir di Arab Saudi.

Dhul Hijjah, bulan ke-12 dalam kalender bulan Hijriah, dianggap sebagai salah satu bulan paling suci dalam tahun Islam dan umat Muslim sering berpuasa pada sembilan hari pertamanya.

Perayaan Hari Raya Idul Adha dimulai di sebagian besar negara tahun ini pada hari Rabu dan sehari setelahnya di beberapa tempat seperti Pakistan dan India.

Asal Usul Hari Raya Idul Adha

Cerita dalam Islam menyebutkan bahwa Nabi Ibrahim, atau Abraham, leluhur agama-agama monoteistik Islam, Kristen, dan Yahudi, menerima perintah dari Tuhan melalui mimpi untuk menyembelih anaknya, Ismail, atau Ishak.

Ibrahim dan Ismail patuh pada kehendak Tuhan dan bersiap untuk pengorbanan tersebut sebagai tindakan iman dan ketaatan.

Setan – dikenal sebagai “Iblis” dalam Islam – berusaha untuk menghalangi Ibrahim mengikuti perintah tersebut dan Nabi Ibrahim melemparkan batu padanya untuk mengusirnya.

Tindakan ini dirayakan oleh umat Muslim sebagai bagian dari ibadah haji, di mana mereka melemparkan kerikil pada tiang-tiang simbolis di kota Mina.

Melihat ketaatan Ibrahim dan Ismail, Tuhan mengirimkan seekor domba dari langit untuk dijadikan korban, sesuai dengan tradisi Islam.

Versi cerita serupa juga disebutkan dalam agama Kristen dan Yahudi.

Umat Muslim di seluruh dunia merayakan Hari Raya Idul Adha untuk menghormati pengabdian Ibrahim dan Ismail.

Pengorbanan simbolis hewan ternak merupakan bagian dari ritus yang terkait dengan perayaan ini, tetapi bukanlah kewajiban dalam Islam, melainkan tindakan yang dianjurkan.

Makna Hari Raya Idul Adha

Hari Raya Idul Adha, dikenal sebagai “Kurban Bayrami” dalam bahasa Turki, sejarahnya adalah perayaan pemberian.
Terdapat penekanan yang kuat pada amal di dalam Islam, dengan Zakat, praktik pemberian sedekah dalam agama Muslim, menjadi salah satu dari lima pilar agama ini.

Hari Raya Idul Adha memberikan kesempatan kepada umat Muslim untuk beramal.

Daging dari hewan yang dikorbankan dibagikan kepada kaum miskin, serta anggota keluarga dan teman-teman.

Individu dapat menyembelih domba, kambing, atau anak domba sendiri, sementara sapi atau unta dapat dibagi oleh tujuh orang.

Terdapat juga aturan ketat terkait dengan hewan-hewan tersebut, karena dilarang menyembelih hewan yang sakit, cacat, atau terluka.

Islam juga mensyaratkan bahwa penyembelihan dilakukan dengan meminimalkan rasa sakit bagi hewan tersebut.

Banyak umat Muslim juga memilih untuk membayar nilai dari hewan korban kepada lembaga-lembaga amal yang mendistribusikan daging kepada orang-orang di seluruh dunia, terutama di daerah-daerah yang diketahui membutuhkan.

Kaitan dengan Ibadah Haji

Hari Raya Idul Adha dan ibadah haji juga saling terkait erat.

Jutaan umat Muslim yang menjalankan ibadah haji menyembelih hewan pada hari ketiga haji.

Setelah penyembelihan, mereka memotong rambut atau mencukur kepala, dan mengganti pakaian “ihram” para jamaah haji, pakaian khusus yang dikenakan untuk ibadah haji untuk melambangkan kebersihan dan penolakan terhadap materialisme, serta untuk menghilangkan perbedaan kekayaan dan status.

Dalam beberapa hari berikutnya, mereka melakukan “tawaf,” di mana para jamaah haji mengelilingi Ka’bah, yang umat Muslim anggap sebagai rumah Tuhan yang dibangun oleh Nabi Ibrahim dan Ismail.

Mereka juga melakukan ritual “sai,” berjalan atau berlari tujuh kali antara bukit Safa dan Marwa, sebelum kembali melempar tiga tiang yang melambangkan setan.

Terakhir, mereka melakukan tawaf perpisahan untuk menyelesaikan ibadah haji mereka, sebelum meninggalkan Makkah menuju tanah kelahiran mereka.

Demikian isi artikel Ied Al-Adha: Apa itu Hari Raya Kurban? oleh situs Garis Bawah Melalui kanal Islam.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *