garisbawah.idPentingnya Aspek Sosial dari Lima Pilar atau rukun Islam oleh situs Garis Bawah melalui kanal Islam.

Dari bentuk primitifnya hingga eksistensi yang paling canggih dan terstruktur, ciptaan Allah Yang Maha Kuasa memiliki kecenderungan unik untuk bersosialisasi, berkolaborasi, dan membangun, menyediakan benih-benih kosmopolitan dalam sifatnya dan mengikuti visi yang lebih luas untuk mencapai kerumunan yang harmonis.

Namun, makna bersosialisasi dalam Islam memiliki dimensi dan kedalaman yang kaya. Allah Yang Maha Kuasa berfirman dalam Al-Quran, Surah 49, Ayat 13:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” [ QS. 49:13]

Dalam ayat ini, dinyatakan dengan indah bahwa kita, sebagai manusia, diciptakan untuk bersosialisasi dan berinteraksi satu sama lain guna membangun masyarakat yang produktif dan saling memberikan manfaat.

Islam, agama integritas dan persatuan, telah memanggil para pemeluknya untuk menjaga kesucian umat Muslim; baik saat mereka mendirikan shalat, berpuasa, bersedekah (zakat), atau menjalankan ibadah haji yang disebut dengan pilar Islam (rukun).

Untuk menjelaskan rukun atau pilar Islam lebih lanjut tentang hal tersebut; namun juga singkat dalam artikel ini, saya akan memandu Anda, para pembaca yang terhormat, melalui kelima pilar Islam, dan mengangkat pentingnya bersosialisasi melalui lensa Islam.

Berikut adalah ringkasan singkat tentang pentingnya aspek sosial dari lima pilar atau rukun Islam, topik yang kita bahas hari ini:

Pilar Pertama: Permata berharga ini adalah kesaksian tentang keesaan Allah Yang Maha Kuasa, dan bahwa Muhammad (saw) adalah utusan-Nya. Dengan demikian, pilar ini menghimpun umat Muslim dari timur hingga barat dan mengikat mereka untuk menjalankan peran masing-masing. Menunjukkan dedikasi mereka kepada Allah Yang Maha Kuasa dan kepada sesama di bawah payung persaudaraan Islam.

Pilar Kedua: Pilar di mana banyak perkataan para nabi telah disebutkan untuk menunjukkan pentingnya dan keutamaannya; As-Salat (sholat). Ketaatan Islam terlihat saat orang-orang bersembahyang kepada Pencipta mereka; bahu membahu di masjid-masjid; seolah-olah sebuah barisan yang bersatu.

Pilar Ketiga: Berpuasa di bulan Ramadan; pilar di mana penyucian seorang Muslim terbagi menjadi dua kategori: ∙ Kerapuhan yang mendekatkan hamba kepada Sang Pencipta dalam bentuk ketergantungan paling tinggi pada Allah.

Kerapuhan yang mencakup lapar seorang Muslim sebagai kewajiban kepada Allah dengan perasaan sakit yang dirasakan oleh orang miskin yang tidak memiliki sebutir makanan yang dapat meredam laparnya. Dengan demikian, ikatan persaudaraan, bukan hanya dalam Islam tetapi juga untuk kemanusiaan, memanggil untuk tindakan segera guna mengurangi penderitaan orang miskin.

Pilar Keempat: Pilar yang menunjukkan solidaritas sosial sejati umat Muslim dalam tindakan, yaitu Az-Zakat (membayar zakat kepada yang membutuhkan dan miskin). Ketika cahaya mata memudar oleh guruh kehidupan dunia ini… dan tubuh-tubuh menjadi kulit kering sementara tulang-tulang dapat hancur menjadi pecahan yang hanya akan melebur dengan bumi! Sebelum gambar yang menggugah ini terjadi pada orang miskin, solidaritas ini membangkitkan darah di pembuluh darah manusia untuk bergerak maju menuju suara permohonan yang lemah dan samar-samar itu.

Pilar Kelima: Pilar yang mengundang umat Muslim untuk bersatu dan berkumpul bersama dari seluruh dunia di pusat dunia Islam; kota Mekah: Anda akan melihat komunitas dengan latar belakang dan budaya yang beragam… pertemuan dari berbagai bahasa dan dialek… Muslim mengenakan sehelai kain putih yang serupa yang disebut Ihram sebagai tanda dari kekhusyukan kepada Allah Yang Maha Kuasa.

Itu adalah gambaran yang luar biasa tentang bersosialisasi dalam pola yang selaras dan mencari keridhaan Allah serta pahalanya (aspek sosial). Akibatnya, jembatan-jembatan di negara-negara dan masyarakat Muslim menjadi lebih kokoh.

Dampak solidaritas sosial Islam dapat terlihat dan dirasakan secara kasar dalam kelima pilar Islam tersebut. Lebih dari itu, dampak tersebut terlihat dalam kehidupan sehari-hari seorang Muslim seperti berikut:

  • Menyebarluaskan salam Islam
  •  Menyapa orang lain dengan senyuman untuk menunjukkan seberapa besar hati seseorang penuh dengan rasa syukur kepada Allah Yang Maha Kuasa… dan melatih rasa syukur dari dalam jiwa hingga keluar.
  • Memberi makan keluarga, kerabat, tetangga, dan masyarakat, yang lebih ditekankan pada tokoh-tokoh berpengaruh dalam masyarakat Muslim.
  • Menjenguk orang sakit dan meringankan beban perasaannya yang tidak sehat.
  • Mengurus pemakaman orang yang meninggal dan memberi belasungkawa kepada kerabat yang berduka dengan cara yang Islami.

Dan masih banyak lagi hikmah yang kita, sebagai bangsa-bangsa Muslim yang bersosialisasi, dianjurkan untuk hiasi diri dengan ketika kita menyelam dalam samudera kata-kata ajaib Allah (Al-Qur’an) dan perkataan yang luar biasa dari Nabi-Nya (sunah).

Demikian artikel keislaman tentang Pentingnya Aspek Sosial dari Lima Pilar atau rukun Islam oleh situs Garis Bawah melalui kanal Islam.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *