garisbawah.idAyat-Ayat Quran untuk Perdamaian dan Toleransi, Islam sebagai Agama Perdamaian oleh situs GARIS BAWAH melalui kanal Al-Quran.

Islam adalah agama kedamaian, cinta, keamanan, dan kemakmuran. Al-Quran yang Suci juga menekankan kedamaian dan toleransi dalam banyak ayat Al-Quran. Menurut Al-Quran, agama Islam mengajarkan cinta dan belas kasihan untuk setiap manusia, tidak peduli apa agama mereka. Allah Yang Maha Kuasa berfirman dalam Al-Quran yang Mulia tentang kedamaian dengan kata-kata ini:

“Hai orang-orang yang beriman! Masuklah kamu ke dalam agama (Islam) secara keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (Al-Quran, 2:208)

Dari ayat Al-Quran di atas, jelas bahwa kedamaian sangat penting dalam kehidupan umat Muslim karena itu adalah perintah dari Allah Yang Maha Kuasa. Kedamaian juga sama pentingnya bagi individu untuk beriman kepada Allah dengan kehendak dan aspirasi pribadi, serta mematuhi perintah dan nasihat Allah melalui kepuasan pribadi yang tekun. Saat ini, Islam telah mendapat reputasi yang sangat buruk di seluruh dunia dan umat Muslim telah menghadapi kebencian besar karena hal itu.

Berikut adalah beberapa Ayat-Ayat Quran untuk Perdamaian dan Toleransi yang akan menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang mendorong perdamaian dan toleransi.

Mengucapkan salam kepada orang lain adalah cara menyapa dalam Islam. Ketika umat Muslim menyapa satu sama lain, mereka mengucapkan “Asalam-o-Alaikum” yang berarti “damai sejahtera tercurahkan atasmu”. Ini juga disebutkan dalam Al-Quran yang Suci:

“Damai sejahtera tercurahkan atasmu untuk apa yang kamu tahan dengan kesabaran. Dan baiklah tempat kembali akhir itu.” (Al-Quran, 13:24)

Umat Muslim hanya diizinkan bertindak dalam pertahanan. Umat Muslim memiliki izin dari Allah Yang Maha Kuasa untuk melawan hanya ketika mereka diusir dari rumah atau tanah mereka. Allah berfirman dalam Al-Quran yang Mulia:

“Dan perangilah jalan Allah terhadap orang-orang yang memerangi kamu, tetapi janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas.” (Al-Quran, 2:190).

Dalam ayat lain, Allah berfirman:

“Perangilah mereka hingga tidak ada fitnah lagi dan (hanya) ibadahlah yang (diakui) bagi Allah. Tetapi jika mereka berhenti, maka tidak ada agresi kecuali terhadap orang-orang zalim.” (Al-Quran, 2:193)

Tidak seorang pun boleh dipaksa untuk beriman kepada Islam. Allah Yang Maha Kuasa menyatakan dalam Al-Quran yang Suci:

“Tidak ada paksaan dalam (memeluk) agama.” (Al-Quran, 2:256).

Umat Muslim dapat mengajak orang-orang ke jalan yang benar menuju jalan Allah Yang Maha Kuasa dengan kasih sayang, tetapi mereka tidak diizinkan untuk memaksa mereka. Hanya Allah Yang Maha Kuasa yang dapat membimbing orang-orang ke jalan yang benar seperti yang disebutkan dalam Al-Quran yang Suci:

“Sesungguhnya kamu tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Al-Quran, 28:56)

Umat Muslim harus memperlakukan tawanan perang dengan hormat. Allah Yang Maha Kuasa berfirman dalam Al-Quran yang Suci:

“Dan mereka memberikan makanan dengan tujuan kasih sayang kepada yang membutuhkan, anak yatim piatu, dan tawanan, [Mereka berkata], ‘Kami memberi makan kepada kamu hanya karena wajah Allah. Kami tidak mengharapkan balasan atau rasa syukur dari kamu.'” (Al-Quran, 76:8-9)

Al-Quran yang Suci menciptakan lingkungan di mana orang-orang dapat sepenuhnya menikmati kebebasan berpikir dan kebebasan beragama, serta memungkinkan orang hidup dengan iman dan nilai-nilai yang mereka yakini. Allah Yang Maha Kuasa disebutkan dalam Al-Quran yang Mulia:

“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu karena agama dan tidak mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (Al-Quran, 60:8)

Nilai-nilai dari Al-Quran yang Mulia mengharuskan seorang Muslim untuk memperlakukan semua orang, baik Muslim maupun non-Muslim, dengan baik dan adil, serta mencegah penyebaran kejahatan.

“Dan apabila ia pergi, ia berusaha merusak di muka bumi dan merusak tanaman dan binatang. Dan Allah tidak suka kerusakan.” (Al-Quran, 2:205)

Allah Yang Maha Kuasa mencintai mereka yang mempromosikan kedamaian. Dari ayat-ayat Al-Quran yang telah disebutkan di atas, pandangan orang-orang yang berpikir bahwa Islam bukanlah agama kedamaian seharusnya berubah.

Demikian informasi penting seputar Ayat-Ayat Quran untuk Perdamaian dan Toleransi, Islam sebagai Agama Perdamaian oleh situs GARIS BAWAH melalui kanal Al-Quran.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *