garisbawah.idPanduan Nabi untuk Kesehatan Mental oleh situs GARIS BAWAH melalui kanal Islam.

Bagaimana Islam Mendekati Kesehatan Mental

Menurut Laporan Kesehatan Dunia, satu dari empat orang di dunia akan terkena gangguan mental pada suatu saat dalam hidup mereka. Meskipun banyak orang menderita penyakit mental, dua pertiga dari mereka yang menderita penyakit mental melakukannya secara diam-diam, dan menolak mencari bantuan dari profesional. Stigma mengenai kesehatan mental merupakan faktor besar yang berkontribusi terhadap kesenjangan ini, dan hal ini terlihat di banyak budaya di seluruh dunia. Meskipun kesehatan mental adalah topik yang tidak disukai dan dianggap tabu di beberapa budaya, Islam memberikan beberapa cara untuk mendekatinya. Islam tidak hanya menghargai kesehatan emosional dan kesejahteraan mental yang baik, namun dalam ajaran agamanya terdapat panduan untuk menghadapi tantangan yang terkait dengan masalah psikologis. Artikel ini menggambarkan bagaimana Nabi Muhammad SAW mengakui pentingnya kesehatan mental melalui empat aspek ajarannya yang harus memiliki relevansi luas bagi semua orang.

Tubuh

Tubuh kita adalah salah satu anugerah terbesar kita, dan merupakan kewajiban Islam untuk menjaganya.

Tubuh yang sehat meningkatkan kesehatan mental yang baik karena kesejahteraan fisik dan aktivitas dapat meningkatkan tingkat energi, suasana hati, keterampilan konsentrasi, dan citra diri. Nabi Muhammad, saw, menyadari pentingnya kesehatan fisik. Suatu hari, beliau berkata kepada salah seorang sahabatnya yang bernama Abdullah:

Wahai Abdullah! Bukankah aku telah diberitahu bahwa kamu berpuasa sepanjang hari dan shalat sepanjang malam?” Aku berkata, “Ya, ya Rasulullah!” Dia berkata, “Jangan lakukan itu! Kadang-kadang menjalankan puasa dan meninggalkannya di waktu lain; berdiri untuk shalat malam dan juga tidur di malam hari. Tubuhmu berhak atas dirimu, matamu berhak atas dirimu, dan istrimu berhak atasmu.” (Bukhari 5199)

Profesor David Goldberg dari Institut Psikiatri, London, menjelaskan hubungan timbal balik antara penyakit fisik kronis dan depresi ketika ia melaporkan bahwa tingkat depresi pada pasien dengan penyakit kronis fisik hampir tiga kali lebih tinggi dibandingkan pada orang yang sehat. Meskipun ini hanya satu contoh bagaimana kesehatan fisik dan mental saling berhubungan, ada banyak penelitian yang menunjukkan hubungan antara kesehatan fisik yang buruk dan depresi, kecemasan, dan kondisi kesehatan mental penyerta.

Nasehat Nabi Muhammad Tentang Kesehatan Jasmani dan Jiwa

Dalam riwayat di atas, Nabi Muhammad SAW berpesan kepada sahabatnya Abdullah untuk fokus pada tubuh dan kesehatan fisiknya daripada mengorbankan aspek-aspek tersebut demi ibadah. Berdoa dan berpuasa adalah dua kebiasaan yang penting dalam cara hidup Islam, namun meskipun demikian, umat Islam diharuskan untuk melakukan hal-hal ini secara tidak berlebihan. Puasa tidak boleh menyebabkan kelaparan, dan shalat tidak boleh menyebabkan kurang tidur. Dalam riwayatnya, Nabi menekankan pentingnya pemenuhan hubungan perkawinan sebagai bagian dari kesejahteraan secara keseluruhan, dan dalam hal ini selibat tidak dianjurkan dalam Islam bagi mereka yang mampu menikah. Meskipun Islam menekankan pentingnya ibadah dan ketaatan kepada Tuhan, Islam juga menekankan pentingnya menjaga diri dan tubuh kita. Perawatan diri mencakup kebersihan yang baik, nutrisi, kebiasaan tidur, dan gaya hidup fisik. Nabi Muhammad SAW mengajarkan pentingnya hidup holistik dan perawatan diri, yang berkontribusi pada kesejahteraan psikologis yang lebih baik.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *