garisbawah.idHak-Hak Seorang Istri Muslim Terhadap Suaminya oleh situs GARIS BAWAH melalui kanal Akhlak.

Ada pemahaman yang salah bahwa Islam tidak memberikan hak yang layak kepada perempuan. Jika Anda mempelajari Islam dengan cermat dalam cahaya Al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad (ﷺ), Anda akan memahami bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang memberikan hak yang layak kepada perempuan atau istri.

Allah berfirman dalam Al-Quran:

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berpikir.” (Al-Quran 30:21)

Berikut adalah 11 hak seorang istri Muslim terhadap suaminya atau tugas seorang suami Muslim terhadap istrinya:

  1. Menafkahi dan memberi makan kepadanya. Tidak berlebihan dalam hal ini dan tidak pelit! Rasulullah (ﷺ) bersabda: “Bersedekahlah.” Seseorang berkata: “Wahai Rasulullah, saya punya satu dinar.” Beliau berkata: “Habiskan untuk dirimu sendiri.” Dia berkata: “Saya punya yang lain.” Beliau berkata: “Habiskan untuk istri Anda.” Dia berkata: “Saya punya yang lain.” Beliau berkata: “Habiskan untuk anak Anda.” Dia berkata: “Saya punya yang lain.” Beliau berkata: “Habiskan untuk hamba Anda.” Dia berkata: “Saya punya yang lain.” Beliau berkata: “Anda yang paling tahu (apa yang harus dilakukan dengannya).” (Sunan an-Nasa’i 2535) Sebenarnya, memberikan nafkah kepada istri adalah pahala bagi seorang suami: Rasulullah (ﷺ) bersabda, “Anda akan mendapat pahala atas apa pun yang Anda berikan demi Allah, bahkan jika itu hanya sebutir nasi yang Anda masukkan ke dalam mulut istri Anda.” (Sahih al-Bukhari)
  2. Berlaku baik padanya dan tidak menyakiti hatinya. Rasulullah (ﷺ) bersabda, “Orang yang paling sempurna imannya di antara kaum mukminin adalah orang yang perilakunya paling baik; dan yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik kepada istri-istrinya.” (Tirmidhi)
  3. Menyayangi istri. Jika Anda adalah seorang suami yang sedang membaca ini, maka Anda harus melakukan hal berikut dengan sering:
  • Menyayangi istri dengan kata-kata. Kata-kata yang baik, katakan bahwa Anda mencintainya. Katakan seberapa cantiknya dia.
  • Jika istri Anda meminta Anda untuk mengambil sesuatu dan Anda tidak bisa mengambilnya, katakan, “InsyaAllah, saya akan mengambilnya.”
  • Membantu dia dalam pekerjaan rumah. Ini adalah contoh dari tindakan Nabi (ﷺ).
  • Bersikap bermain-main dengan istri.
  • Berbagi makanan dengan istri.
  • Mendekap istri.
  • Tidur di bawah selimut yang sama.
  1. Tidak mengutuk atau menghina istri, atau menghina penampilannya.
  2. Seorang suami tidak boleh memboikot istri, dan jika dia melakukannya (dengan alasan yang sah), dia harus melakukannya di dalam rumah.
  3. Seorang suami tidak boleh membocorkan rahasia istri. Rasulullah (ﷺ) bersabda: “Orang yang paling jahat di antara manusia di mata Allah pada Hari Kiamat adalah seorang laki-laki yang pergi kepada istrinya dan dia datang kepada dia, lalu dia membocorkan rahasia istrinya.” (Sahih Muslim)
  4. Seorang suami tidak boleh membenci istri. Tingkatkan yang baik dan kurangi kekurangannya. Seorang suami tidak boleh marah karena kesalahan-kesalahannya dan seharusnya melihat yang baik dalam dirinya. Lihatlah hanya yang baik dalam dirinya. Rasulullah (ﷺ) bersabda, “Seorang mukmin tidak boleh membenci wanita mukmin; jika dia tidak menyukai satu karakternya, dia akan senang dengan karakter yang lain.” (Muslim)
  5. Dia harus memudahkan segala sesuatu baginya, misalnya pekerjaan rumah dan apa yang dia butuhkan.
  6. Dia harus memiliki akhlak terbaik dengan istri. Istri harus melihat akhlak terbaiknya. Dikatakan bahwa beberapa pria memiliki akhlak terbaik di pasar, tetapi ketika dia pulang, dia seperti singa buas! Baik kepada wanita asing di pasar tetapi tidak kepada istri di rumah. Yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik terhadap istri-istrinya. Tidak ada kebaikan dalam diri Anda jika Anda ingin membantu teman-teman Anda tetapi tidak istri Anda, tidak ada kebaikan dalam diri Anda jika Anda baik kepada teman-teman Anda dan tidak kepada istri Anda. Gabungkan keduanya, itulah kebaikan!
  7. Suami harus menjadi sebab istri diselamatkan dari neraka. Dia harus mengajarnya dan memerintahkannya untuk melarang yang munkar dan memerintah yang ma’ruf, melarangnya dari yang akan membawanya ke neraka.
  8. Laki-laki harus memiliki rasa cemburu terhadap istri. Cemburu dalam melindunginya dari kejahatan, bukan agar dia terpapar oleh pria asing atau agar dia berbicara dengan pria asing, dll. Tetapi bukan cemburu yang bersifat abusive.

Demikian artikel etika dan akhlak terbaru seputar 11 Hak-Hak Seorang Istri Muslim Terhadap Suaminya oleh situs GARIS BAWAH melalui kanal Akhlak.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *